300x250 AD TOP

Jumat, 27 September 2024

Tagged under:

Moderasi Beragama bukanlah Solusi

Oleh:Dwi Widayani, SH. I

Miris saat ikuti perkembangan kasus pembunuhan gadis penjual gorengan di Padang Pariangan. Ternyata tersangka masih berusia muda, 26 tahun berinisial IS. 

Dengan usia semuda itu, IS telah menjadi residivis kasus narkoba dan pencabulan. 

Tak hanya IS, Ghisca Debora gadis berusia 19 tahun penipu tiket konser Coldplay senilai 5,1 milyar menambah daftar pelaku kejahatan usia muda. Memang, trend jumlah pelaku kejahatan berusia muda cendrung meningkat
(https://news.detik.com/berita/d-6629873/kejahatan-anak-meningkat-kemen-pppa-soroti-pola-asuh-orang-tua).

Bukannya serius memberangus atau sekedar menurunkan jumlah trend pelaku kejahatan usia muda, namun pemerintah tidak bisa melihat akar masalah, sehingga malah berakibat fatal trend pelanggaran hukum pelaku kejahatan usia muda sulit diberangus. 

Pemerintah salah memetakan, siapa musuh siapa kawan. Pemerintah malah aktif mengaruskan moderasi beragama pada kalangan muda (https://khazanah.republika.co.id/berita/sjni98451/istri-presiden-dan-wapres-gaungkan-moderasi-beragama-kepada-ratusan-pelajar-lintas-agama).

 Moderasi agama maknanya agama hanya diberi ruang sempit aspek ritual seraya menjauhkan agama tampil dalam seluruh aspek kehidupan atau sekuler. 

Moderasi beragama sesungguhnya pemantik terwujudnya mindset otak kriminal pemuja hawa nafsu, generasi biadab tak berakhlak, hanya mementingkan gengsi, sikap hidup hedonisme, tak peduli halal haram, dosa dan pahala.
 
Alloh SWT sungguh telah memvonis siapapun yang sekuler akan ditimpa kehinaan. 

Maha benar Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah berfirman:

ثُمَّ اَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ تَقْتُلُوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُوْنَ فَرِيْقًا مِّنْكُمْ مِّنْ دِيَارِهِمْۖ تَظٰهَرُوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۗ وَاِنْ يَّأْتُوْكُمْ اُسٰرٰى تُفٰدُوْهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ اِخْرَاجُهُمْ ۗ اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍۚ فَمَا جَزَاۤءُ مَنْ يَّفْعَلُ ذٰلِكَ مِنْكُمْ اِلَّا خِزْيٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ 

"Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
QS. Al-Baqarah[2]:85

Moderasi beragama sungguh menyalahi kehendak Alloh SWT. Hendaknya kita kembali kepada Islam kaffah. Menjalankan aturan IsIam secara keseluruhan dalam semua sisi kehidupan dalam bingkai sistem khilafah berdasar jalan kenabian. Sungguh dengannya akan tersebar rahmat ke seluruh penjuru alam, terurai segala persoalan yang menjerat negeri ini dan dunia pada umumnya.

0 comments:

Posting Komentar