300x250 AD TOP

Minggu, 01 Desember 2024

Tagged under:

Dilema Magang dalam Sistem Kapitalisme: Antara Ketrampilan dan Eksploitasi


Oleh: Ummu Maryam

Miris adanya fakta eksploitasi tenaga kerja berkedok magang di dalam dan luar negeri. (https://tirto.id/satgas-tppo-ungkap-397-kasus-482-tersangka-selama-1-bulan-g54M
https://www.beritasatu.com/sulsel/2856558/77-mahasiswa-di-makassar-jadi-korban-perdagangan-manusia-dijerat-dengan-program-ferienjob-di-jerman) 
  
Yang paling harus disalahkan dalam hal ini adalah dzolimnya sistem pendidikan sekuler kapitalis yang memojokkan peran agama (Allah SWT) hanya di ruang ritual sedangkan ruang kehidupan yang lebih luar dan kompleks termasuk sistem pendidikan meninggalkan aturan agama. 

Sistem pendidikan kapitalis membuka peluang terjadinya TPPO (tindak pidana perdagangan orang) berkedok magang. 

Hal ini berkaitan dengan orientasi negara dalam menyiapkan tenaga kerja hanya melulu untuk melayani kepentingan kapitalis (para pengusaha/pemilik modal). 

Adanya link and match PT (Perguruan Tinggi) dan Perusahaan membuat kegiatan magang menjadi salah satu pilihan untuk mengasah kecerdasan dan ketrampilan bekerjanya. 

Kondisi ini dapat memberi peluang perusahaan memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan tenaga kerja murah.

 Semua ini dapat terjadi akibat lemahnya perlindungan dan pengawasan negara terhadap kerja sama kampus dan perusahaan.

Jadilah magang dalam pendidikan sekuler menjadi cara pembajakan potensi mahasiswa. 

Fenomena ini menguatkan pentingnya kembali kepada penerapan 
Islam kaffah yang menjunjung tinggi tujuan pendidikan yaitu membentuk kepribadian Islam dan memiliki keterampilan mumpuni. Berkepribadian islami maksudnya memiliki cara berfikir dan bersikap sesuai aturan Islam berpijak pada aqidah yang kuat. 

 Seharusnya para mahasiswa selaku pemuda generasi penerus diarahkan berproses menjadi generasi ahli agama dan kehidupan untuk ikut andil membantu negara menerapkan Islam kafah.

Khilafah merupakan penanggung jawab utama tercapainya tujuan pendidikan Islam (sarana prasarana, kurikulum). 

Sistem ekonomi Islam akan mendukung pendidikan gratis yang berkualitas. Pendidikan praktis seperti magang disediakan Khilafah tanpa harus bergantung pada perusahaan. Kalau harus magang di perusahaan tertentu, negara mengawasi dan melindungi agar tidak terjadi eksploitasi. 

Potensi generasi (mahasiswa) benar-benar diarahkan untuk membangun peradaban mulia.

0 comments:

Posting Komentar